Monday, 14 October 2013

Meubel Dan Batu Onix


Produk dari Industri Mebel di Sukorejo ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor, karena Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain telah disesuaikan dengan situasi jaman, baik lemari, buffet, meja, kursi atau tempat tidur.
Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro, yang terletak didalam kota Bojonegoro merupakan sentra industri kerajinan rumah tangga meubel, ukir dan sekaligus sebagai Showroom atau ruang pamer dari kerajinan meubelair dan industri kayu lain yang ada di tiap-tiap kecamatan wilayah Kabupaten Bojonegoro. Pemasaran komoditas ini menjangkau sampai diluar kota Bojonegoro, kota-kota propinsi jawa timur dan kota-kota propinsi lainnya.sejak 10 tahun terakhir di lokasi sentra penghasil mebel di kota ledre itu, selalu digelar pameran “Bojonegoro Wood Fair”, setahun sekali selama sebulan. Objek wisata ini terletak dalam wilayah kota kota Bojonegoro. Lokasinya, di sepanjang jalan Brigjen Sutoyo, sepanjang satu kilometer mulai ujung barat hingga timur.

Objek Wisata ini berada di Kecamatan Gondang, 45 km ke arah timur Kota Bojonegoro. Bojonegoro memiliki tambang batu onix yang melimpah sehingga berbagai produk kerajinan onix dapat dihasilkan dengan kualitas sangat memuaskan. Pusat kerajinan batu onix terdapat di Kecamatan Gondang. Penduduk setempat telah mengusahakan sebagai usaha kerajinan dengan produk berupa souvenir, ornamen penghias ruang rumah dan perabot rumah tangga dengan prospek pasar selain pasar lokal juga telah menjangkau pasar di luar Kabupaten Bojonegoro. Bahan baku yang diambil untuk kerajinan ONYK sekitar 4.000 Kg pertahun dan untuk pengembangan kerjainan onyk direkomendasikan pada pengembangan tehnologi dan design produk yang berorientasi kebutuhan pasar, kemasan produk lain serta peningkatan infrastruktur.
Read More

Salak Wedi


   Objek Wisata ini berjarak 5 km ke arah timur Kota Bojonegoro. Salak Wedi rasanya manis, masir, renyah, segar dan besar. Dapat dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di desa Wedi dan sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak Wedi terasa lebih segar. Luas area 23 Ha.
   
Keberadaan Salak Wedi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam, yang secara turun-temurun telah menjadi sumber pendapatan bagi warga Desa Wedi. Konon asal muasal bibit salak ini pertama kali dibawa oleh seorang Ulama yang mengajarkan agama Islam di desa Wedi. Dari bibit tersebut terus berkembang hingga tidak hanya desa Wedi tetapi meliputi juga beberapa desa sekitar Wedi, yaitu Kalianyar dan Tanjungharjo.
Read More

Bendung Gerak Bojonegoro


   Bendungan Gerak berada di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bendungan yang menghabiskan dana pinjaman senilai Rp 351 miliar dari Japan International Corporation Agency (JICA) itu memiliki multifungsi. Antara lain sebagai pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga dicanangkan sebagai salah satu tempat wisata bagi Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan Bendungan Gerak ini fungsinya di samping sebagai penyedia air untuk rumah tangga, pertanian, juga sekaligus menjaga dari kerusakan ekosistem sungai Bengawaan Solo supaya tak meluas ketika banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa Timur. Manfaat lain bendungan adalah ini untuk persediaan air bagi pertanian di saat musim kemarau, untuk kebutuhan industri, seperti jembatan penghubung antara Desa Padang dengan Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu.
   Untuk pertanian, bendungan ini mampu mencukupi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian seluas 6.400-9.000 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Yakni Trucuk, Kalitidu, Purwosari, Malo, Pasangan, Kasiman, Ngraho, dan Margomulyo. Juga pertanian di Blora. Karena bendungan yang memiliki tampungan sepanjang 50 km itu mampu menampung debit air hingga 13 juta kubik dengan debit air 5.850 liter per detik.
   Dengan pembangunan bendungan ini petani yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo, khususnya di atas bagian hulu bendungan akan mempu meningkatkan produktivitas pertanian. Sebelumnya petani hanya bisa melakukan tanam dua kali setahun, sekarang diharapkan bertambah menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
   Dulu sekitar 21 ribu hektar lahan pertanian padi di Bojonegoro Barat andalkan pertanian tadah hujan. Setelah ada Pompanisasi, wilayah itu tidak mampu melakukan 2 kali panen dalam setahun. Maka sawah beririgasi dengan pompa air menjadi menjadi 6000 ribu hektar. Dengan adanya bendungan gerak ini 11 ribu hektar sawah akan bisa ditanami dua kali setahun. Dan menghasilkan 7 ton rata rata per hektar.
   Pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak zaman kolonial Belanda. Namun karena pemerintah penjajah waktu itu bangkrut, pembangunan bendungan ini urung dilaksanakan.
   Bendung gerak ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro. Selain untuk kebutuhan baku irigasi juga bisa dipakai kebutuhan industri air minum dan industri migas. Serta membuka akses wilayah yang selama ini terisolir sebab ada jembatan sepanjang 504 meter, dan lebar sekitar 4 meter. Bendungan ini berdiri di lahan seluas 1.841.752 meter.
Read More

Belimbing Ngringinrejo



Objek wisata ini terletak di desa Ngringinrejo sekitar 15 km dari arah barat kota Bojonegoro.Belimbing dengan berat 2 – 3 ons per buah dapat dijumpai di kebun buah desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Rasanya manis, segar dan harum, sangat tepat untuk hidangan penutup, rujak dan lain-lain. Pengunjung bisa memetik langsung dari pohon. Luas area tempat ini 21 Ha.

Read More